Latest News

PENGERTIAN ANAK USIA DINI MENURUT PARA AHLI

Pengertian anak usia dini menurut para ahli sangatlah beraneka ragam. Seiring perbedaan ras, etnik, budaya, bangsa, lokasi, daerah, kota, akan melahirkan berbagai pendapat yang menguatkan atas dasar apa yang telah terjadi dan diamati selama kurun waktu bertahun-tahun. Pengertian ini akan menimbulkan banyak arti, mengingat banyaknya bangsa. Namun dari manapun pengertian itu dilahirkan, mereka yakin bahwa semua itu yang terbaik untuk anaknya di usia emas pertumbuhan. Usia dini seorang anak dimulai dari umur dua tahun sampai ia berumur delapan tahun. Dimasa-masa itulah terjadi perkembangan pesat pada kemampuan kognitifnya. Ia akan mudah mengingat, membiasakan, dan memasukan aneka ragam memory dalam ingatanya yang bersifat permanen. Sehingga penanaman nilai-nilai dan moral baik untuk anak ialah saat yang tepat adalah sekarang ini.

Pengertian anak usia dini menurut para ahli  salah satunya adalah National Association for The Education of Young Children (NAEYC), menngemukakan bahwa anak usia dini masih pada kategori umur dibawah sepuluh tahun sehingga mereka masih dalam penitipan anak, pendidikan prasekolah, TK dan SD. Kategori tersebut menekankan bahwa anak usia dini masih dalam tahap perkembangan yang membutuhkan peran orangt tua unutk mendampingi dan membimbing tingkah lakunya. Mereka belum mampu berpikir matang mana yang baik untuk dirinya, belum mampu berpikir jauh tentang konsekuensi, hanya saja mereka mengenal kesenangan dan melakukan hal-hal yang membuatnya senang.



Lain lagi menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 ayat 14 menegaskan pada tujuan dari proses pembinaan sejak anak lahir hingga umur 6 tahun dan dirangsang oleh dorongan luar mengenai hal pendidikan sehingga membantu perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohani. Dengan adanya rangsangan tersebut anak akan lebih manatap apabila mengambil pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Pada dasarnya anak usia dini menurut Undang-undang Republik Indonesia, usia enam tahun sudah masuk ke areal TK atau kita mengenal Taman Kanak-Kanak atau Raudhatul Athfal. Disana ia bukan saja dikembangkan pola piker untuk problem solving, namun juga penempaan mental, bagaimana ia harus berprilaku jika ia ada di lingkungan bebas. Ia harus berpikir untuk mencari teman, berteman yang baik, sikap berkenalan dengan seusianya, agar ia tidak merasa minder. Seorang anak apabila dihadapkan pada teman atau lawan main yang lebih tinggi derajatnya, termasuk umur, jenjang pendidikan, jenjang social ekonomi, ia akan merasa kurang percaya diri. Karena ia merasa tidak sesuai untuk berkenalan dan berteman dengan seseorang yang memiliki posisi lebih tinggi dari padanya.

Namun memposisikan anak berteman dengan yang usia lebih muda dari dirinya, ia akan beranggapan bahwa ialah penguasa dan ia sendiri yang menentukan jalan permainan. Dalam usia anak yang disusun sama, membuat dirinya beripikir bagaimana memposisikan diri agar bisa diterima teman-temanya, agar sama dengan yang lainya, agar iamenjadi sepadan. Hal ini mampu mendewasakan kepribadian si anak.

Pengertian anak usia dini menurut para ahli yang dilansir menurut UNESCO berada pada tingkatan 0 (nol) yakni pada saat mereka menempuh pendidikan pra sekolah.