Latest News

Pengertian Batik Menurut Para Ahli

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Sejak lama, batik yang awalnya terbatas sebagai pakaian keluarga raja-raja menjadi pakaian yang dipakai masyarakat umum di berbagai kesempatan, khususnya dalam ritual adat. Apakah sebenarnya batik itu? Kita barangkali memahami batik sekedar kain bermotif atau pakaian tradisional. Sangat menarik bila mengetahui bagaimana pengertian batik menurut para ahli. Beberapa pengertian tersebut akan dibahas di dalam artikel ini.

Berdasarkan konsensus Nasional tanggal 12 Maret 1996, batik dipahami karya seni rupa di atas kain melalui proses pewarnaan rintang, dengan lilin batik yang digunakan sebagai perintang. Dalam pengertian ini, batik dikategorikan sebagai karya seni. Pengertian batik sebagai karya seni juga diajukan oleh Hamzuri dan Djoemena. Hamzuri mengemukakan batik merupakan gambar atau lukisan di atas kain mori melalui penggunaan canting. Djoemena bahkan lebih tegas mengatakan bahwa batik merupakan seni. Ia menyatakan bahwa seni batik pada prinsipnya merupakan seni lukis. Lukisan pada batik dihasilkan melalui alat bernama canting. Canting sendiri terdiri dari ukuran yang beragam, yang penggunaannya disesuaikan dengan jenis serta kehalusan titik ataupun garis yang hendak dibuat. Sekalipun sedikit berbeda ada kesamaan di dalam pengertian batik menurut para ahli tersebut, yaitu sama-sama memandang batik sebagai karya seni.


Pembuatan batik biasanya mengikuti pola-pola tertentu. Menurut hernawati, setidaknya ada lima jenis pola hias yang kerap digunakan, yaitu pola hias alam, tumbuhan, binatang, manusia, dan pola hias geometris. Pola hias atau corak ini berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lain. perbedaan-perbedaan tersebut terjadi karena faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Adat istiadat serta kepercayaan yang dianut oleh masyarakat pembatik,
  2. Kondisi penghidupan di daerah tempat tinggal masyarakat pembatik,
  3. Letak wilayah secara geografis,
  4. Kondisi flora, fauna, serta keadaan alam.
Mulanya, corak serta warna batik sangat terbatas. Kemudian terjadi perpaduan beragam pola hias di antara pembuat batik. Misalnya, batik pesisir memiliki corak yang dipengaruhi oleh pedagang asing maupun penjajah. Namun demikian, batik tradisional biasanya masih dipertahankan coraknya. Hal ini karena corak tersebut memiliki makna dan perlambangan tertentu. Batik tradisional sampai sekarang masih dipakai di dalam pelaksanaan upacara-upacara adat.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan batik adalah mori, malam (lilin batik), zat pewarna, serta obat-obatan pembantu. Kini, bahan-bahan lain telah digunakan sebagai pengganti mori, di antaranya rayon, poliester, sutera, ataupun jenis bahan sintesis yang lain. Sedangkan alat-alat membatik terdiri dari kompor, wajan, panci, gawangan, sarung tangan, dan waskom. Cairan lilin atau malam digunakan untuk membentuk motif batik. Agar malam dapat meresap  ke serat kain, digunakan canting bila motif halus yang ingin dibuat. Sedangkan untuk membentuk motif besar, bisa dengan menggunakan kuas. Setelah selesai dilukis, kain bermotif tersebut dicelupkan ke dalam warna. Proses pewarnaan dilakukan beberapa kali sebelum dicelupkan ke dalam bahan kimia agar lilin terlarut.

Berdasarkan pengertian batik menurut para ahli di atas serta uraian singkat mengenai batik, dapat dipahami bahwa batik lebih dari sekedar kain bermotif atau pakaian. Batik merupakan karya seni. Ia adalah kebanggaan yang bahkan khusus dipakai untuk kegiatan-kegiatan tertentu.