Latest News

PENGERTIAN CUACA MENURUT AHLI

Pengertian cuaca menurut para ahli merupakan sebutan yang sering kita dengar sehari-hari yang berkaitan dengan keadaan alam. Pengertian cuaca ialah keadaan alam yang berkaitang dengan kelembaban udara di waktu dan tempat tertentu. Keadaan cuaca selalu berubah-udah seiring perubahan waktu. Mungkin saja ketika pagi anda melihat langit cerah, namun siapa sangka siangnya anda mendapati awan gelap di depan jendela kantor anda. Perubahan kondisi inilah yang menyebabkan cuaca juga berubah-ubah.

Ilmu yang memperlajari mengenai cuaca adalah Meteorologi. Alat ini mampu mendeteksi cuaca dengan mengatur suhu dan kelembaban alam. Seiring kemajuan jaman, alat pemantau cuaca dapat dimiliki siapa saja. Bahkan sekarang ini anda mampu memperkirakan cuaca hari ini nanti, sampai tiga hari berikutnya. Biasanya di setiap ponsel Android, anda akan menemui aplikasi Accu and Weather yang selalu update.



Pengertian cuaca menurut para ahli  telah berulang kali kita temui dalam ilmu Geografi. Salah satunya menurut Glen, cuaca yakni kondisi atmosfer yang secara sistematis pada suatu lokasi atau daerah dengan jangka waktu tertentu. Kondisi sistematis ini merupakan keseluruhan kejadian alam termasuk perubahan dan perkembangan fenomena alam. Statement ini dilengkapi oleh Gibbs bahwa cuaca dapat diukur dari beberapa parameter kejadian yang mempengaruhi alam seperti suhu udara, curah hujan, penyinaran matahari, pergerakan angin, kelembaban udara dan tekanan udara.

Lingkup dari cuaca selalu mengarah pada daerah yang sempit dan kecil, jangka waktu terbilang cukup singkat, dan keadaan alam yang berubah saat itu.

Factor pendukung yang berperan dibalik perubahan cuaca adalah :

a. Suhu Udara : Biasanya terjadi perubahan yang berbeda-beda tergantung letak garis lintang dan astonomis suatu daerah. Perbedaan lintang inilah yang menyebabkan perbedaan cuaca di satu tempat dengan tempat lain. Missal di daerah pantai cuacanya lebih panas karena letak astronomisnya lebih rendah dari pada daerah pegunungan. Sehingga cuaca di pegunungan menjadi lebih dingin

b. Tekanan Udara : Semakin tinggi tempat atau daerah dari permukaan laut, maka semakin rendah pula tekanan udaranya. Sama halnya ketika kita memasak air di atas gunung Everest, maka dalam suhu 71⁰ Celcius air sudah mendidih. Lain halnya jika kita memasak dipantai. 100⁰ celcius baru bisa mendidih. Tekanan udara ini mempengaruhi tekanan uap air. Sehingga semakin tinggi tempanya, maka semakin rendah pula tekanan uap airnya. Begitu pula sebaliknya

c. Angin : Udara yang mampu kita rasakan karena pergerakanya. Ia bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum. 

d. Kelembaban udara :  Udara yang biasa menjumpai kita terkadang mengandung air yang berasal dari penguapan di air laut, sungai, tanah, maupun embun dipepohonan.

e. Awan : Pada proses Kondensasi, titik-titik air akan mengumpul menjadi satu dan membentuk awan dilangit biru

f. Curah Hujan : Frekuensi titik-titik air yang turun dari awan berupa cair yang membasahi bumi. Biasanya terjadi disatu daerah, namun lambat laun akan bergeser ke daerah tetangga sebelahnya.

Pengertian cuaca menurut para ahli tentu saja tidak asal mengambil dari pengamatan dan observasi yang tanpa dasar. Dalam kata lain, sebelum ia melakukan pengamatan, mereka terleih dahulu membaca panduan dan dasar ilmu yang mempu meneguhkan temuanya. Sebuah kejadian akan mampu disebut ilmu apabila ia empiris atau kejadian berulang-ulang kali sehingga kita bisa mengamati. Dengan begitu mampu meminimalisir human error. Disetiap pengujian juga harus Obyektif, sehingga hasil yang dicapai oleh siapa saja tetap dan tidak menekankan pada perasaan pribadi dan subyektifitas sehingga mengurangi kevalidan data. Melakukan percobaan dengan sistematis. Sehingga apabila dibuktikan dalam waktu yang lain hasilnya juga akan sama. Dan yang paling pokok adalah ia bersifat keilmiahan. Suatu bentuk ilmiah apabila dibuktikan akan membentuk ilmu pasti.