Latest News

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Komunikasi merupakan bagian penting dalam interaksi manusia. Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu communicatio yang berarti memberitahukan atau berpartisipasi; communicatus yang berarti milik bersama atau berbagai; serta communis yang berarti milik bersama atau berlaku di mana-mana. Secara terminologis, pengertian komunikasi menurut para ahli ada beragam. Namun, ada kesamaan di antara pengertian-pengertian yang mereka ajukan.

Menurut Raymond S. Ross, komunikasi merupakan proses memilih, memilah, dan mengirimkan serangkaian simbol dengan cara tertentu sedemikian rupa agar pendengar memunculkan makna atau tanggapan yang serupa dengan maksud penyampai atau komunikator. Dengan demikian, sebagaimana diungkapkan oleh Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss, sebuah komunikasi mestinya merupakan proses pemaknaan yang terjadi di antara beberapa orang. Seorang ahli lain, Carl I. Hovland, bahkan memberikan unsur tambahan yang menjadi tujuan akhir komuikasi. Menurutnya, sebuah proses komunikasi pada akhirnya bertujuan agar terjadi perubahan perilaku pada orang lain, yakni si komunikan.


Berdasarkan pengertian komunikasi menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi mesti memiliki beberapa karakteristik. Komunikasi hanya dapat terjadi apabila ada pihak yang menjadi penyampai atau komunikator kepada pihak penerima atau komunikan. Dalam setiap peristiwa komunikasi, komunikator menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada komunikan. Agar pesan ini dapat dipahami oleh komunikan, komunikator harus menggunakan sarana dan cara-cara tertentu yang sama-sama dipahami oleh kedua belah pihak, baik oleh komunikator maupun oleh komunikan.

Seorang ahli komunikasi lain, Harold Lasswell, mengungkapkan bahwa sebuah peristiwa komunikasi setidaknya melibatkan lima unsur. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Who (siapa). Setiap komunikasi selalu ada sumbernya. Sumber tersebut adalah komunikator. Ia merupakan pihak atau pelaku utama di dalam proses komunikasi. Karena komunikator yang memiliki keperluan dalam peristiwa komunikasi, maka komunikator selalu yang memulai terjadinya komunikasi. Komunikator dapat berupa seseorang, sebuah kelompok, sebuah organisai, bahkan negara.
  2. Says What (apa yang dikatakan). Setiap komunikasi harus mengandung pesan. Pesan inilah yang disampaikan oleh komunikator atau penyampai kepada komunikan atau penerima. Pesan bisa berupa simbol-simbol verbal ataupun non verbal. Simbol-simbol ini mewakili gagasan, nilai, maksud, maupun perasaan yang ingin disampaikan oleh komunikator. Selalu ada tiga komponen yang terlibat di dalam pesan, yaitu, bentuk atau struktur pesan, simbol pesan, dan makna pesan.
  3. In which channel (melalui media apa). Proses komunikasi melibatkan sarana, alat, wahana, media yang digunakan komunikator agar pesan tercapai kepada komunikan. Sarana ini dapat bersifat langsung seperti tatap muka, dan tidak langsung seperti media elektronik dan media cetak.
  4. To Whom (kepada siapa). Komunikasi tidak akan berarti bila tidak ada yang menerima pesan dari komunikator. Sebuah komunikasi yang berhasil harus menyertakan penerima pesan atau komunikan. Sebagaimana komunikator, komunikan dapat berupa seseorang, sebuah kelompok, sebuah organisasi, hingga sebuah negara.
  5. With what effect (apa dampaknya). Pesan yang disampaikan oleh komunikator diharapkan memberikan dampak tertentu pada komunikan setelah ia menerima pesan. Dampak ini dapat berupa bertambahnya pengetahuan, perubahan sikap, pengambilan keputusan, dan sebagainya.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian komunikasi menurut para ahli. Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa setiap komunikasi sebaiknya melibatkan unsur-unsur tertentu agar dapat berhasil.