Latest News

Pengertian Peluang Usaha Menurut Para Ahli

Istilah yang sangat penting dalam wirausaha adalah peluang usaha. Seorang wirausaha harus cermat melihat peluang dan menjadikan peluang tersebut sebagai bisnis yang menguntungkan. Permasalahan wirausaha maupun peluang usaha telah banyak diteliti dan dibahas oleh para ahli, baik dari kalangan para akademisi maupun dari praktisi. Sehingga ada banyak pengertian peluang usaha menurut para ahli. Namun demikian, tetap ada kesamaan di antara pengertian mereka tersebut.

Dilihat dari asal katanya, peluang usaha berasal dari kata ‘peluang’ dan ‘usaha’. Sinonim untuk kata peluang adalah kesempatan. Peluang bisa dipahami sebagai kesempatan yang hadir, muncul, atau terjadi dalam situasi tertentu. Adapun usaha dapat dimaknai sebagai segenap daya demi mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, terlepas dari pengertian peluang usaha menurut para ahli, kita dapat memahami peluang usaha sebagai pemanfaatan kesempatan demi mencapai apa yang diinginkan. Dalam dunia bisnis keinginan ini tentunya berkaitan dengan keuntungan.


Pada prakteknya, diperlukan kejelian di dalam melihat dan memilih peluang usaha agar menguntungkan. Seseorang bisa saja memilih peluang usaha karena kebetulan atau karena riset yang ketat, bahkan karena adanya pengaruh faktor eksternal, seperti bahan baku mudah, tingginya permintaan pasar, lokasi bisnis strategis, tawaran usaha, dan sebagainya. Menurut Supriyadi dan Widodo, setidaknya ada tujuh hal yang perlu diperhatikan saat ingin menetapkan sebuah peluang usaha sebagai bisnis:
  1. Pengalaman. Hal ini terutama berkaitan dengan pengalaman dalam bisnis maupun pemasaran. Semakin berpengalaman seseorang di dalam keduanya, semakin besar kesempatan ia berhasil dalam usaha. Pengalaman dapat berupa apa yang telah dialami sendiri atau hasil konsultasi kepada orang yang telah berpengalaman di bidang usaha tertentu.
  2. Objektivitas. Pengalaman akan melahirkan objektivitas. Hal tersebut karena melalui pengalaman orang dapat menentukan apa yang berhasil dan tidak berhasil di masa lalu. Dengan objektivitas, seseorang dapat memulai usahanya dengan perhitungan jeli dan matang.
  3. Kedekatan dengan pasar. Seorang wirausaha tidak dapat hanya mengandalkan produksi tanpa memperhatikan kebutuhan maupun keingin konsumen. Oleh karena itu, ia perlu memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen atau pasar, dan bagaimana ia dapat memproduksi serta mendistribusikannya.
  4. Pemahaman dalam aspek teknis. Ini adalah hal lain yang tidak boleh diabaikan. Saat seseorang melihat peluang usaha, ia perlu bertanya pada diri sendiri sejauh mana ia dapat memahami aspek teknis dari usaha tersebut. Ia perlu mencari tahu secara rinci persiapan dan pelaksanaan teknis apa saja yang dibutuhkan agar usaha berjalan lancar. Jangan sampai banyak biaya, waktu, dan tenaga terbuang sia-sia karena kendala teknis.
  5. Kebutuhan pendanaan. Perhitungan matang dalam pembiayaan produk baru sangat diperlukan. Ini akan membantu penentuan harga penjualan produk nantinya.
  6. Diferensiasi produk atau pembedaan produk. Diferensiasi ini sangat penting terutama dalam membedakan produk yang hendak ditawarkan dengan produk yang dihasilkan oleh pesaing. Peluang keberhasilan semakin besar bila sebuah produk mempunyai perbedaan serta nilai lebih dari produk yang telah ada.
  7. Pemahaman atas aspek hukum. Beberapa hal yang perlu diperhatikan di sini adalah merek dagang, hak cipta, hak paten, NPWP, PKP, TDP, SIUJK, SIUP, dan SIUT. Dengan memahami hal-hal yang berkaitan dengan hukum, faktor resiko dapat diminimalisir.
Jadi, terlepas dari bagaimana pengertian peluang usaha menurut para ahli, pertimbangan-pertimbangan mereka dalam melihat peluang usaha perlu juga diperhatikan. Dengan begitu, seseorang dapat lebih mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu dimaksimalkan agar ia dapat berhasil saat memilih sebuah peluang usaha.