Latest News

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Kita semua mengenal tanah sebagai tempat berpijak sehari-hari. Hampir semua yang kita kenal di dalam kehidupan tumbuh atau dibangun di atas tanah, seperti tumbuhan, rumah, jalan, dan sebagainya. Tanah menjadi bagian penelitian sebuah ilmu yang disebut pedologi atau ilmu tanah. Pengertian tanah menurut para ahli ini barangkali sangat berbeda apa yang kita pahami secara umum. Secara singkat, tanah merupakan lapisan yang terdapat di bagian atas dari kulit bumi. Tanah meliputi benda padat (baik organik maupun anorganik), udara, dan air tanah.

Seorang ahli kimia asal Swedia, Berzelius, mengatakan tanah adalah laboratorium kimia alam. Menurutnya di tanahlah terjadi reaksi kimia dan proses dekomposisi secara jelas. Ahli lain, Justus Von Liebig, menganggap tanah adalah tabung reaksi. Di sinilah orang bisa mengetahui jenis dan jumlah hara pada tanaman. Baginya, tanah menjadi tempat persediaan mineral. Pengertian ini senada dengan yang diajukan oleh Davy. Ia mengatakan bahwa tanah adalah laboratorium persediaan unsur hara tanaman.


Pengertian tanah menurut para ahli di atas mengarah pada fungsi tanah yang agaknya kurang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian lain diajukan oleh Werner. Ia menyatakan tanah sebagai lapisan hitam yang tipis. Lapisan ini menjadi penutup bahan padat berbentuk partikel kecil yang merupakan sisa hewan dan vegetasi. Bremmer memiliki definisi yang agak serupa. Menurutnya, tanah merupakan bagian permukaan di kulit bumi. Tanah menjadi tempat pelapukan fisik dan kimia maupun tempat aktivitas hewan dan tumbuhan.

Pengertian tanah yang berhubungan dengan karakteristik tanah juga diajukan oleh Joffe. Ia berpendapat sebagai bangunan alam yang meliputi bahan organik dan mineral. Bahan-bahan ini umumnya tidak berpadu. Menurut Joffe, tanah memiliki ketebalan beragam. Begitu pula bahan induk yang terdapat di bawah tanah juga berbeda-beda dari segi bentuk, susunan, dan sifatnya, baik secara biologis, kimiawi, dan fisik.

Tanah tidak serta-merta terjadi begitu saja. Ia melalui proses yang disebbut dengan pedogenesis, yaitu proses melapuknya bebatuan yang dibantu oleh organisme. Proses ini menghasilkan tanah dengan lapisan-lapisan beragam. Lapisan-lapisan ini disebut dengan horizon tanah. Secara lebih rinci, terbentuknya tanah melibatkan faktor-faktor yang di antaranya sebagai berikut:
  1. Reaksi kimia tanah berlangsung lebih cepat jika suhu meninggi. Tingkat keasaman pada tanah semakin tinggi jika curah hujan meninggi.
  2. Bahan induk, bahan yang menjadi asal tanah, yaitu batuan
  3. Bahan organik, yaitu bahan yang mempengaruhi pembentukan zat hara maupun warna tanah.
  4. Organisme hidup, seperti tumbuhan, manusia, hewan, serta jasad renik.
  5. Relief pada permukaan bumi berpengaruh pada pembentukan tanah, karena cepat atau lambatnya kegiatan iklim dipengaruhi oleh topografi.
  6. Waktu, yaitu masa yang dibutuhkan oleh bahan induk dalam pelapukan. Waktu memiliki peran penting dalam pembentukan jenis tanah.
Demikianlah uraian pengertian tanah menurut para ahli dan bagaimana ia terbentuk. Dapat dipahami bahwa tanah yang menjadi tempat kita berpijak dan beraktivitas saat ini pada awalnya berasal dari proses tertentu, yang mungkin saja memakan waktu lama. Ia berasal dari bebatuan ditambah dengan bahan-bahan lain yang kemudian berproses sehingga menghasilkan jenis tanah yang berbeda-beda.