Latest News

Pengertian Wirasawasta Menurut Para Ahli

Dunia kewiraswastaan tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Namun karena kurangnya informasi banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek- aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Dan masih banyak orang yang  belum mengetahui apa itu wiraswasta. Apa sih pengertian wiraswasta? Secara umum, wiraswasta adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau organisasi untuk memberikan nilai tambah terhadap sesuatu produk sehingga memberi kepuasan lebih kepada pelanggan. Untuk lebih jelasnya lagi marilah kita bahas pengertian wiraswasta menurut para ahli.

Secara etimologi, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Suparman Sumahadidjaya , arti
kata wiraswasta bisa diuraikan lebih kurang sebagai berikut :
Wira = luhur, berani, ksatria
Swa = sendiri
Sta = berdiri

Jadi maksud dari kata wiraswasta kira-kira adalah mewujudkan aspirasi kehidupan mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur. Lebih spesifiknya kaum wiraswastawan sejati adalah mereka yang berani memutuskan untuk bersikap, berpikirdan bertindak secara mandiri, mencari nafkah dan berkarier dengan jalan berusaha diatas kemampuan sendiri dengan cara yang jujur dan adil, jauh dari sifat-sifat kecurangan.


           Kemudian ada juga pendapat mengenai pengertian wiraswasta menurut para ahli yang menyatakan bahwa pengertian wiraswasta dihubungkannya dengan istilah Saudagar. Walaupun sama artinya dalam bahasa Sansekerta, tetapi maknanya berlainan. Wiraswasta terdiri atas tiga kata: wira, swa dan sta, masing-masing berarti; wira adalah manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani pahlawan/pendekar kemajuan, dan memiliki keagungan watak; swa artinya sendiri; sta artinya berdiri. Sedangkan Saudagar terdiri dari dua suku kata. Sau berarti seribu, dan dagar artinya akal. Jadi, Saudagar berarti seribu akal. (Taufik Rashid)

Daoed Yoesoef menyatakan bahwa seorang wiraswasta adalah:
1. Memimpin usaha, baik secara teknis dan/atau ekonomis, dengan berbagai aspek fungsionil seperti berikut :
a.       Memiliki, dipandang dari sudut permodalan, mungkin secara penuh (owner) atau  
    secara bagian (co-owner)
b.      Mengurus dalam kapasitas sebagai penanggung jawab, sebagai manager
c.       Menerima tantangan ketidakpastian dan karenanya menanggung resiko ekonomi 
    yang sulit diukur secara kuantitatif dan kualitatif
d.      Mempelopori usaha baru, menerapkan kombinasi-kombinasi baru, jadi disini
    wiraswasta sebagai pionir, tokoh yang dinamis, organisator, coordinator
e.       Penemu (inovator), peniru (imitator) dan yang berhubungan dengan ini, penyalur
  memindahkan teknologi.


2.     Memburu keuntungan dan manfaat secara maksimal.
3.      Membawa usaha ke arah kemajuan, perluasan, perkembangan, melalui jalan kepemimpinan
      ekonomi, demi :
a.       Kenaikan prestise
b.      Kebebasan (independence), kekuasaan dan kehormatan
c.       Kontinuitas usaha
Yang terakhir ini merupakan perbuatan yang didorong tidak hanya oleh motif ekonomi tetapi juga oleh pertimbangan-pertimbangan psikologis, sosiologis, dan bahkan politis. Fungsi apa yang dilakukan oleh seorang wiraswasta serta bagaimana dia melakukan itu pada gilirannya memberikan kepadanya tipe kepribadian tertentu. 

Terkadang  ada beberapa orang tidak menyadari bahwa “wiraswasta” tidak sama dengan swasta dan orang swasta tidak dengan sendirinya merupakan wiraswastawan sejati, meslipun mungkin yang bersangkutan menyatakan diri begitu. Ini disebabkan “wiraswasta” mengandung kata wira yang mempunyai makna luhurnya budi pekerti, teladan, memiliki karakter yang baik, berjiwa ksatria dan patriotik. Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa seorang wiraswastawan sejati selalu memegang etika sebaik-baiknya dalam berbisnis.

Orang yang melakukan kegiatan wiraswasta disebut sebagai seorang wiraswastawan. Wiraswastawan juga sering disebut sebagai seorang inovator, karena kegiatan yang dilakukannya merupakan sesuatu yang benar-benar baru atau orisinil. Namun, seringkali kegiatan wiraswasta diasosiasikan dengan kegiatan bisnis yang sifatnya kecil dan mandiri. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Kalau kegiatan bisnis tersebut tidak menghasilkan nilai tambah yang baru, tidak bisa dibilang sedang melakukan kegiatan wiraswasta. Jadi, kata kunci dari wiraswasta adalah nilai tambah yang baru, orisinil, dan belum pernah ada sebelumnya.

Dari berbagai pengertian wiraswasta menurut para ahli yang telah diuraikan diatas, diharapkan kita dapat memahami apa sesungguhnya wiraswasta. Sehingga masyarakat yang masih enggan untuk mencoba jalur ini dapat berpikir ulang dan dapat menjadikan wiraswasta sebagai salah satu alternatif dalam meniti karier dan penghidupan.